Lebaran Kelabu (Lagi)….

Hari ini saya bangun jam 4 pagi,mungkin terlalu pagi dari biasanya.Memang benar hari ini adalah Lebaran yang mengharuskan saya untuk bangun lebih pagi,tapi yang membuat saya bangun jam 4 pagi karena genset listrik tiba2 berhenti dan akhirnya padam.Yang paling menjengkelkan bukan karena listriknya padam,tapi saya bangun karena jari kelingking kaki saya disengat hewan kecil!.
Dengan hati dongkol segera saja kucari hewan kecil itu,tetapi karena cuaca yang gelap membuat hewan itu tak kunjung kutemukan.Syukurlah saya selalu menyediakan senter sebagai persiapan apabila genset rusak dimalam hari,dan kebetulan juga pas hari Lebaran.
Sambil keluar membawa senter dan hp,saya mengamati keadaan diluar.Sayup-sayur terdengar teriakan untuk menghidupkan genset agar listrik menyala lagi.Terdengar beberapa kali slanger diputar untuk menghidupkan genset Domfeng yang ada diruang mesin tapi tampaknya sia-sia saja.Mungkin gensetnya lagi ngambeg atau gimana yah…,he.he.he.:-D
Kulihat lagi langit diluar tampak gelap pekat dan sesekali tampak cahaya kilat menyala tanpa suara.Segera saja kulihat hp yang ada ditangan kiriku,ternyata masih jam 4 pagi.Agar tidak bosan menunggu pagi datang,kuhidupkan sebatang rokok untuk menghangatkan badan sambil menulis ini.Agak lama memang untuk menulis post,apalagi hanya dengan menggunakan hp,tak terasa langit sudah terang.
Hari ini adalah hari yang spesial,yaitu hari untuk saling bermaaf-maafan dengan istri…keluarga..dan tentu saja semuanya lewat telepon.Kulihat jam dihp sudah jam setengah 6,segera saja saya menuju sungai untuk mandi.Dengan membawa pakaian ganti dan ember yang berisi perlengkapan mandi,terasa segar sekali mandi disungai Barito pada pagi hari seperti ini.
Belum selesai saya membersihkan diri,angin yang kencang tiba-tiba datang disertai hujan.Waduhh..padahal baju belum dicuci,dan dengan terpaksa saya lari pulang dengan badan yang masih basah.Syukurlah..sesampai dirumah,hujan deras baru turun sehingga badan pakaian tidak basah semua.Setelah berganti pakaian,sayup-sayup kudengar genset dicoba dinyalakan lagi.Akhirnya listrik menyala,tapi…tidak sampai 5 menit kemudian mesin mati lagi (sampai sekarang saya tulis ini…)
Sesuai rencana awal,langsung saya telepon istri dirumah untuk “sungkeman”,tapi istri saya malah bilang kalo sungkem-nya nanti aja setelah mertua saya pulang dari sholat Ied di masjid.Dengan hati agak kecewa akhirnya “dibuat kesepakatan” kalau saya akan telepon lagi jam 7 lehih.Mau sungkeman saja kok repottt….:-*
Akhirnya…Lebaran kali ini benar-benar Kelabu,persis seperti warna langit diluar yang hujan disertai petir yang menyambar-nyambar.Saya tidak bisa kemana-mana,hanya duduk melihat hujan sambil merokok (lagi).
Baru kuingat..untuk mengisi kekosongan,saya cari hewan kecil yang tadi membangunkan saya.Bukan untuk saya bunuh karena telah menghadiahi sebuah sengatan,tetapi untuk berterima kasih karena telah membangunkan saya diawal Lebaran yang kelabu ini,he.he.he:-D.

* Simak cerita saya yang lain disini

2 Tanggapan

  1. sama dunk,,,
    tp lebih miris lebaranq…
    q g pulang kampung,,,
    hiks..hiks…[kasian yowh….banget…]

  2. Namanya juga nasib mas…,berarti kita sepenanggungan juga donk..??:'(,hik.hik.hik..:'(

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: