Seminggu Yang Melelahkan Saat Dirumah

Mungkin benar apa yang dikatakan oleh orang tua dahulu,bahwa tidak mudah untuk menjadi seorang Ayah.

5 hari cuti dirumah yang seharusnya aku gunakan untuk benar-benar fresh melepaskan kerinduan untuk kumpul bersama anak dan istri dirumah mungkin belum terwujud.

Sebenarnya aku pengen banget untuk meng-charge ulang pikiranku dari segala kepenatan selama bekerja,dan kubayangkan jika cuti kali ini aku bisa bercanda tawa dengan anak istriku pada setiap kesempatan.Cuti yang sangat singkat kurasa,hanya 6 hari aku berada dirumah bersama anak dan istriku.

Sedikit cerita…keesokan harinya setelah sampai diKediri,seperti halnya bulan awal setelah Ramadhan di Jawa,suasana rame masih tetap ada,sanak dan saudara juga masih berdatangan (setelah mendengar kalau aku pulang),entah hanya untuk mengecek kebenaran atau memang untuk bersilaturahmi.

Saking panjangnya cerita mungkin hanya sebagian besar saja saya tulis disini.

Hari Pertama,12 Oktober 2008

Aku sampai dirumah malam hari sekitar jam 7-an malam,setelah melakukan perjalanan yg lama dan panjang dari Kalimantan.Walaupun kecapek’an,akhirnya rencana “melekan” bersama anak dan istriku terwujud juga.Gak disangka,anakku yang baru berumur 3 bulan tidak tidur-tidur.Padahal biasanya jam 8 malam sudah tidur,tapi ini sampai jam 11 malam baru bisa tidur.Kata istriku mungkin tahu kalau Papa’nya pulang:-)

Hari Kedua,13 Oktober 2008

Seperti yang kuperkirakan,aku bangun jam 7-an pagi.Kebiasaanku di Kalimantan yang “biasanya” mandi cuma 1x sehari,sekarang berubah:-),setelah bangun tidur aku langsung mandi.Selain badan lebih segar,juga karena aku akhirnya mandi dikamar mandi,he.he.he:-D.Hari pertama dipagi hari aku benar-benar dimanja oleh istri.Setelah mandi,makanan untuk sarapan pagi sudah terhidang dengan lauk kesukaanku…,tempe!:-).
Agak siangan aku mulai mencuci pakaian kotor yang menumpuk dalam tasku.Biasanya sich istriku yang nyucikan,tapi kali ini aku sendiri yang nyuci karena istriku yang repot mengurus Sikecil.Karena gak bisa melihat pakaian kotor istriku dan popok anakku yang seperti gunung,akhirnya aku cuci juga:-).Itung-itung olah raga,he.he.he!:-D.
Malam harinya seperti kebiasaanku tiap pulang,aku pasti mencari makan diluar dengan menu favoritku…nasi goreng dan bebek goreng:-),sedang istriku dirumah minta dibungkuskan burung dara goreng kesukaannya.

Hari Ketiga,14 Oktober 2008

Seperti hari-hari biasanya,”kerjaan” rutinku tiap pagi sekarang adalah mencuci.Rasanya tidak tega untuk menyerahkan pekerjaan ini pada istriku.Tau sendiri kalau mengurus anak sendiri lebih sulit daripada mencuci.Hal ini tidak terlepas karena anakku masih belum mau aku gendong,mungkin karena belum mengenal siapa papa’nya:-(.Tiap aku gendong…,gak sampai 5 menit pasti nangis.Akhirnya rencana istriku untuk gantian nyuci gak terwujud karena harus netek’in sikecil yang nangis.Dan lagi-lagi akhirnya aku (lagi) yang nyuci.

Hari KeEmpat,15 Oktober 2008

Hari-hari cutiku berjalan seperti biasa dan pasti bisa ditebak,bangun tidur langsung mandi,setelah itu “jadwal rutin” yang pasti adalah nyuci.Kalau aku sendiri mungkin hanya baju dan celana saja,tapi cucian istri dan anakku yang seperti gunung,he.he.he!.Agaknya istriku ngerasa kasihan juga sama aku,akhirnya biar cucian sikecil gak numpuk,oleh istriku dipakaikan pamper’s.:-D
Hari ini ada acara dirumah yaitu selamatan 3 bulanan anakku yang diadakan sore hari setelah Ashar.Sejak pagi istriku sudah belanja keperluan untuk selamatan nanti.Syukurlah banyak saudara dan tetangga yang bantu,dan bagi aku…inilah kelebihan kita hidup didesa daripada dikota.Syukurlah,semua acara berjalan lancar.

Hari Kelima,16 Oktober

Hari yang sial bagi aku dan mertuaku.Siang hari sehabis makan,aku didatangi oleh mertuaku.Katanya mau pinjem uang untuk nebus BPKB motor yang digadaikan,terlambat 3 bulan lagi!.Yang bikin aku jengkel bukan masalah gak mau minjemi uang sama mertua sendiri,tapi itu lho…waktu gadaikan BPKB motor gak ngomong dulu,eh..waktu nebusnya baru ngomong.Sialnya lagi…dalam perjalanan pulang setelah aku mengambil uang di ATM untuk membayar pegadaian,(aku dan mertuaku) hampir saja bertabrakan dengan mobil yang tiba-tiba membelok tanpa memberi isyarat dulu.Akhirnya motor yg kami tumpangi oleng dan menabrak sebuah warung.Aku sendiri tidak mengalami cedera sedikitpun,tapi mertuaku yang membonceng mengalami luka sobek pada kakinya.Sampai dirumah akhirnya aku menyuruh saudara istriku untuk ngantar mertuaku ke rumah sakit agar luka sobek dikakinya dijahit karena terus-terusan mengeluarkan darah.Karena kejadian ini aku sampai lupa makan:-(

Hari KeEnam,17 Oktober 2008

Pagi hari setelah “acara rutin” aku langsung sarapan,soalnya hari ini ada acara kerja bakti yang diadakan oleh warga kampung.Itung-itung buat nyari kenalan sich…karena selama 1 tahun lebih aku menikah,statusku seperti “warga siluman” di Desa ini,namaku terdaftar tapi aku gak pernah tinggal disini,he.he.he!.
Kerja bakti yang baru pertama kali aku ikuti ini berjalan sangat ramai.Maklum…karena kampung kami mendapat sumbangan dari pemerintah berupa pasir dan paving,jadi warga sekitar sangat antusias dan semangat sekali untuk mem-paving jalan masuk kekampung kami.Sayangnya aku hanya bisa ikut sampai tengah hari aja karena udah sesuai rencana aku dan istriku akan keluar untuk membelikan baju dan mainan untuk sikecil,sekalian mencari oleh-oleh buat balik besok.

( Bersambung karena text di hp gk cukup :-()

Satu Tanggapan

  1. panjang ya ceritanya.. ^_^ tapi asik juga..

    Gusti Dana : Trim’s…sebenernya pengen ngetik sampai habis,tapi sayang…huruf gak trasa udah 5524 huruf:-(.Jadi dibuat bersambung

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: