Seminggu Yang Melelahkan Saat Dirumah (Sambungan)

Tak terasa sudah 7 hari aku berada dirumah,dan inilah hari terakhirku bersama istri dan anakku.
Rasanya berat untuk meninggalkan mereka yang aku cintai demi sebuah tugas yang entah sampai kapan akan berakhir.

Sebenarnya seminggu ini dirumah belum benar-benar menghilangkan kerinduanku pada anak dan istriku,walaupun akhirnya dengan berat hati juga aku meninggalkan mereka untuk yang kesekian kalinya

Hari KeTujuh,18 Oktober 2008

Seperti biasa walaupun nanti siang aku akan berangkat,masih aku sempatkan untuk menyuci popok anakku dan baju istriku.Biarlah…karena selama dirumah aku juga hampir tak melakukan aktivitas apa-apa,kecuali yg satu ini udah bisa membuatku mengeluarkan keringat.
Setelah selesai menjemur pakaian,aku langsung bergegas mandi.Dan istriku sepertinya sudah hapal dengan kebiasaanku ini,tanpa dikomando dia sudah mendahuluiku mandi dan menyiapkan sarapan.Akupun juga tau benar kebiasaan istriku setiap aku akan berangkat lagi,dan benar saja…kali ini istriku berulah dengan lebih manja,membujukku agar aku memundurkan jadwal keberangkatanku.
Waktu terakhir aku cuti yaitu pada saat istriku akan melahirkan,dan dengan bujukannya akhirnya berhasil membuat aku berada dirumah selama 3 minggu.Karena hal ini pula aku mendapat peringatan dari bos-ku (sempat pula didiamkan sampai hampir 1 kontrak),untunglah teman-teman membelaku sehingga aku masih dipertahankan dan tidak dipecat.
Tapi kali ini aku kebal dengan bujukan istriku agar kejadian yang sama tidak terulang lagi,dan akhirnya istriku menyerah juga…membiarkanku mengepak 2 baju dan 3 celana kedalam tas bututku.
Selesai sarapan bersama,kami bergegas keluar dengan motor mertua untuk membeli beberapa baju untuk sikecil dan membeli oleh-oleh untuk teman-teman disana.
Pukul 9-an pagi kami sudah berada ditoko peralatan dan pakaian bayi dan istriku terlihat sangat bergembira dengan menggendong sikecil sambil memilih beberapa baju dan celana serta mainan untuk bayi.Terlihat sangat kontras antara hobi istriku yg suka belanja baju dengan aku yang hanya membeli baju+celana apabila tidak terpaksa.Kadang tanpa sepengetahuanku…istriku yg membelikannya dan langsung memasukkannya kedalam tasku.
Selang 1 jam setelah kami selesai belanja,tujuanku kali ini tentu saja mencari oleh-oleh untuk kubawa serta.Biasanya aku membawa getuk pisang-tahu kuning dan stik tahu sebagai oleh-oleh khas Kediri,tetapi mungkin teman-teman sudah bosan dan kali ini aku mendapat pesanan “keripik bekicot” sebagai oleh-oleh.
Biasanya aku tidak seberapa kesulitan untuk membeli oleh-oleh yang satu ini,tetapi karena kebetulan sedang musim panas,akhirnya kami berputar-putar di kota Kediri untuk mencari penjual “keripik bekicot”.Sudah beberapa warung yang biasanya khusus menjual makanan dan kripik bekicot,juga nihil karena mereka kesulitan memperoleh stok bekicot.Akhirnya karena waktu juga akhirnya aku membatalkan untuk membeli oleh-oleh keripik bekicot,lagian..aku kasihan melihat istriku yg mulai kepanasan sambil menggendong sikecil yg tengah tertidur.
Pukul 11-an lewat,aku mengarahkan motorku ketempat agen tiket langgananku.Ternyata mungkin aku lagi kurang beruntung karena tiket pesawat untuk besok sudah penuh,dan dengan terpaksa aku membeli tiket kapal seharga 250.000 tujuan Banjarmasin (Kalimantan) yg akan berangkat nanti malam jam 11.
Setelah mendapat tiket kami segera bergegas pulang karena kami sudah mulai lelah.Ketika dalam perjalanan pulang,tanpa sengaja istriku melihat kafe yang sebagian menggunakan bekicot sebagai menunya.Biasanya kafe ini hanya buka pada malam hari,dan dengan sedikit berjudi…aku memasuki kafe yg terlihat baru buka.Alhamdulillah…ternyata mereka masih mempunyai stok kripik bekicot.Tanpa tanya lagi harganya aku membeli 1 kilo yg dibagi menjadi 4 buah plastik seharga 70.000 perkilo.

Pukul 1 siang kami sampai dirumah dan aku langsung bergegas mandi karena cuaca yg panas membuat bajuku penuh dengan keringat,sedang istriku sibuk menidurkan sikecil yang terbangun ketika kami sampai dirumah.
Selesai makan siang,aku mendatangi anak dan istriku.Sikecil yg biasanya tidur siang hari sepertinya juga merasa kalau papa-nya akan kembali meninggalkannya,sehingga sikecil siang ini tidak tertidur.
Kebetulan juga..,momen seperti ini aku gunakan untuk menghabiskan sisa waktu bersama sikecil.
Beberapa kali aku menciuminya karena gemas dan mengambil beberapa foto untuk kubawa serta ke Kalimantan nanti sebagai pengobat kerinduanku.

( Bersambung…. )

3 Tanggapan

  1. walah kok bersambung sih
    dah tanggung nih bacanya🙄

  2. Maaf..maaf..saya lagi capek pulang dari kerja,jadi jari buat ngetik posting lewat hp juga dah hampir kram,he.he.he:-D.InsyaAllah ntar pasti saya sambung lagi..;-)

  3. kalo aku tiap hari pasti capek…..

    *sok sibuk*

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: