Ma…Semoga Kamu Gak Jadi Hamil

Sudah beberapa hari ini saya gak posting ke Blog.Tentunya selain alasan sibuk karena pekerjaan yang menumpuk tiap akhir tahun,tetapi juga karena sinyal gprs yang sering trouble.

Selain itu..saya juga lagi mempunyai masalah kabar yang entah menggembirakan atau sebaliknya.Yang jelas..,masalah ini juga yang membuat saya alpha dari nge-blog.

Berawal dari obrolan dengan istri saya melalui telpon.Pada mulanya sich biasa saja,karena sudah menjadi rutinitas saya untuk mengetahui kabar anak dan istri.

Sampai suatu ketika istri saya secara tidak sengaja atau mungkin keceplosan bicara,kalau semenjak saya balik ke Kalimantan waktu cuti kemarin,ternyata sampai sekarang istri belum juga kedatangan sang bulan.

Kalau saya hitung..saya pulang cuti pertengahan bulan Oktober kemarin sampai sekarang sudah sekitar satu setengah bulan.

Nah…kabar ini yang membuat saya berpikir keras,apa mungkin istri saya hamil lagi??.Memang waktu saya telpon tadi pagi,baru besok bisa diketahui hasilnya…positif atau negatif.

Bagi saya ini merupakan kabar yang menggembirakan jika seandainya kabar ini saya dengar dua atau tiga tahun lagi,dan menjadi kabar agak memusingkan karena ternyata kabar ini saya dapatkan minggu ini.:-(

Saya sepenuhnya mensyukuri pemberian dari Allah ini,tetapi saya bukanlah seorang yang egois memikirkan diri sendiri.Yang jadi masalah yaitu saat ini anak pertama kami “baru” berumur 5 bulan.Coba dihitung jika memang istri saya memang hamil dan akan melahirkan sekitar 8 bulan lagi.Jadi..anak pertama kami baru berumur satu tahun tiga bulan-an saja (jika) anak kedua kami kelak lahir.

Yang membuat saya berpikir lagi yaitu bagaimana nantinya istri saya merawat dua orang anak secara bersamaan,sedang saya sebagai Ayah tidak bisa membantu berbuat apa-apa karena jauh dari mereka.Yah..apapun kabar dari istriku nanti harus aku terima dengan lapang hati.

Mungkin juga karena kesalahan saya juga karena melarang sang istri untuk tidak perlu ikut KB.Toh..dalam setahun saya cuti pulang 2-3 kali saja,dan dirumah paling lama satu minggu.

Hufff…jadi gak sabar nunggu kabar dari istri saya besok:-(.”Ma…,semoga kamu gak jadi hamil.”

*Cerita saya ini bisa menjadi pelajaran bagi para bloggers yang sudah menikah.Bagi yang belum menikah..,kelak bisa menjadi pelajaran juga untuk merencanakan masa depan keluarga.
Hidup yang akan dijalani memang berat,tapi akan lebih berat jika tidak kita rencanakan dengan baik.

2 Tanggapan

  1. Anakku sejak umur 6bln, aku biarkan makan dessert sendiri sehingga umur 1th sudah bisa makan sendiri. Aku jarang malah hampir tidak pernah mengendong anakku. Begitu dia sudah bisa merangkak, jika bangun tidur aku angkat dan aku taruh di lantai utk mengikutiku ke kamar tidurku.

    Umur 2th, dia sudah bisa berjalan kaki hampir 3km.

    Bukan aku tidak sayang ke anak-anakku, tapi kehidupanku mengharuskan begini. Apalagi aku seorang ibu single parent di Perancis.

  2. Terima kasih atas sarannya.:-)
    Suatu kehormatan Bu Julia mau mampir diblog saya yg sederhana ini.Langsung saya Blogroll Bu..^_^

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: