IBSN : “Tat Twam Asi”

Jauh sebelum saya menjadi Muallaf,selama 25 tahun saya beragama Hindu.Salah satu ajaran yang masih saya ingat sampai sekarang yaitu Tat Twam Asi.

Bahasa ini (konon) berasal dari bahasa sansekerta yang artinya “Aku adalah Kamu dan Kamu adalah Aku”.

Sebuah ajaran yang sederhana yang menurut saya tidak bertentangan dengan Agama Islam.

Dalam Tat Twam Asi,kita diajarkan untuk lebih menghargai antar sesama manusia,begitu juga dalam Islam.

Konsep menghargai antar sesama manusia ini yaitu menerapkan dalam setiap pikiran,ucapan dan tindakan kita nantinya..yaitu selalu berpikir positif dan membayangkan setiap langkah yang kita lakukan jika “Aku adalah Kamu dan Kamu adalah Aku” maka apa yang akan kita perbuat nanti apakah akan menimbulkan dampak/akibat bagi orang lain.

Sebagai contoh,jika kita berbicara kasar sehingga membuat orang lain tersinggung atau marah,maka jika keadaan terbalik dan orang lain yang berbicara kasar pada kita sehingga kitapun akan tersinggung dan akan marah.Dengan membayangkan hubungan sebab dan akibat ini,akhirnya kita akan lebih berhati-hati jika akan berkata.

Contoh lainnya,jika saya mencubit anda dan anda merasakan sakit,begitu pula jika anda mencubit saya..maka saya juga akan merasakan sakit karena dicubit.Dalam hal ini,kita menjadi lebih hati-hati dalam berbuat sesuatu,karena apa yang mereka rasakan juga kita rasakan.

Sebuah pikiran dasar yang sederhana,tetapi jika kita terapkan dalam kehidupan kita…InsyaAllah,kita akan merasakan hal sama seperti yang orang lain rasakan sehingga kehidupan yang kita jalani akan berjalan damai dan tenang.

Dimasa sekarang..,orang-orang lebih mementingkan urusan pribadinya daripada kepentingan umum dan demi kemaslahatan bersama.Semakin sulitnya beban hidup membuat kita lupa bahwa kita hidup sosial,“membutuhkan dan dibutuhkan orang lain”,sehingga terjadi interaksi yang saling membutuhkan.

“Tat Twam Asi”,sebuah kata yang singkat tetapi mempunyai arti yang mendalam.Ajaran yang masih saya ingat sampai sekarang yang membuat saya “merasakan apa yang anda rasakan”.

Alangkah baiknya jika kita menggunakan konsep ini untuk “jauh melihat kebawah”,bahwa Allah menciptakan kita dengan penuh keterbatasan.Jika kita dikaruniai oleh Allah kelebihan..,Alangkah indahnya jika kita “menengok kebawah”,bahwa masih banyak orang-orang yang tidak sempat memperoleh kebahagiaan seperti yang kita rasakan.:-)

Jika kita mempunyai kelebihan,maka bagilah kelebihan itu kepada yang kekurangan sehingga mereka merasakan juga kebahagiaan kita.:-)

Jika kita dianugerahi kelebihan..,maka bagilah kepada mereka yang kekurangan (membutuhkan),sehingga mereka merasakan juga apa yang kita rasakan.:-)

Ingatlah…jika kita dengan ikhlas dan niat yang tulus,maka apa yang kita lakukan akan berbuah manis,karena berbagi tidak akan rugi.Apa yang kita lakukan InsyaAllah akan dibalas Allah dengan pahala dan kenikmatan yang jauh lebih besar.:-)

Sahabat blogger..ingatlah konsep yang sederhana ini.Bagilah sedikit karunia yang diberi Allah padamu kepada sesama,apapun bentuknya.Yakinlah..biarpun sedikit harta yang anda sumbangkan..,sedikit ilmu yang anda ajarkan..,sedikit tenaga untuk menolong orang lain..,menyumbang pikiran kebajikan..,sedikit senyuman..,dan bahkan hingga yang terkecil yang dapat anda lakukan.Semua itu akan bermanfaat bagi sesama,InsyaAllah Amin!.:-)

Semoga sedikit tulisan saya ini bermanfaat.

Klik disini untuk mengirim artikel ini kenominasi IBSN Double Winner Award.:-)

17 Tanggapan

  1. Insya Allah bermanfaat🙂

    Mudah2an Allah senantiasa memberikan kasih sayangnya pada kita dan meneguhkan dalam jalan-Nya

    Amiin

    salam dari malang🙂

  2. seiring waktu berlalu begitu cepat
    aku datang keblogmu dengan membawa Software can’t copy CD🙂
    salam kenal

    Gusti Dana : Salam kenal juga Mas ^_^

  3. mantaabbbb…

  4. Bermakna sekali postingannya bos….🙂

  5. Salah satu keuntungan jadi muallaf nih…
    bisa dapet ilmu positif dari agama ayang lalu…
    Dan postingan ini telah memberiQ sebuah ilmu yang berguna juga…
    Good post…

  6. @ Blogesam : Makasih Mas..udah mampir:-)

    @ Anderwedz : Berbagi kebaikan khan mendapat pahala Mas..:-)

    @ sLiKeRs : Salam kenal dari saya..:-),baru pertama ini mampir kesini.

  7. Selamat datang wahai saudara ku….! Ya, kalau kita menanam pisang maka akan tumbuh pisang, kalau menananm rambutan juga tumbuh rambutan. Apa yan gkita perbuat nanti akan kita terima hasilnya….

    Assalamu’alaikum….!

    Gusti Dana : Wa’allaikumSallam..
    Memang benar Mas Prim…:-)

  8. yup…..mari berbagi……:)

  9. indahnya kebersamaan….

  10. ikut ngeramein ah.
    yang penting rame aja lah 🙂

  11. Huuh baru pertama kali mampir kesini bos, hehehe….🙂

  12. Assalâmu ‘alaykum…
    Bârakallâhu fîkum…

    Gusti Dana : Wa’allaikumSallam..

  13. Bukankah Allah Maha Mensyukuri amal hambanya? ^_^

  14. Slogan tersebut juga dijadikan sebagai sebuah slogan salah satu perguruan pencak silat di Madiun. Semoga makin banyak yang dapat menerapkan ajaran dalam slogan tersebut, dan kedamaian dimuka bumi akan mampu terwujud.
    Halah, kok saya jadi terlalu tinggi ngomongnya. Mohon maaf…

    Gusti Dana : makasih udah mampir mas…

  15. pertama… SELAMAT YA MAS DAH JADI MUALAF.. berarti kita saudara..

    kedua… berbagi emang asik & menentramkan jiwa.. aku juga ada astikel tentang berbagi ini, kalau berkenan silahkan baca :
    TUHAN TAHU, TAPI MENUNGGU
    MARI BERBAGI DARAH

    oh iya.. aku dah klik artikel anda ini untuk IBSN semoga menang ya..

    Gusti Dana : Iya Mas..,semua umat muslim adalah saudara.Terimakasih atas dukungannya..InsyaAllah nanti saya mampir untuk baca:-)

  16. Om Swastyastu
    mas dana… saya ucapkan selamat telah menjadi mualaf, semoga benar-benar mendapatkan kebahagiaan lahir bathin. sampai saat ini saya masih hindu, dan saya yakin akan tetap menjaganya didalam hati saya.
    jika ajaran Hindu bermanfaat untuk sebuah kerukunan, kedamaian dan keharmonisan. maka gunakan saja, hindu tidak akan pernah mengklaim kebenarannya sendiri. tapi semoga nanti tidak di fatwa HARAM.
    Om Santhi, Santhi, Santhi OM

    Terima kasih…:),saya sampai tidak tahu harus berkata apa ketika dikunjungi oleh saudara lama saya…

  17. hohoho… bagus sekali mas gusti dana, sy menyukai anda! ibaratnya kacang yg tak melupakan kulitnya, spti itu juga anda tak melupakan asal usul walau tlh mnjdi seorng mualaf. “BHINNEKA TUNGGAL IKA TAN HANA DHARMA MANGRWA” intinya adlh jln apapun yg diambil seseorang dlm menuju kebajikan atau tuhan itu sndri, sekalipun brbeda tapi tetap satu juga. krn semua jln adlh jln mnuju tuhan, asal itu mrpkn kebajikan yg merupakan cermin atau wujud bekerjanya tuhan. dimana dlm asma’ul husna pun diterangkan mengenai sifat tuhan yg maha baik yg prlu kt terapkan dlm hdp didunia ini.
    klungkung semarapura, kirang langkung nunas ampura. kalo ada slh sy yg sengaja / tdk sngaja mhn dimaafkan. slm knl persaudaraan yg hangat dr saya.. suksma (trm ksh).

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: